Jenis_Jenis Dari Minyak Goreng

Minyak goreng berkualitas, berdasarkan ahli pangan, ciri-cirinya yaitu: cair, mudah dituang, memberi citarasa pada makanan, harganya murah, dan memiliki kestabilan tinggi dalam proses penggorengan. Maksudnya, minyak tidak membuih terlalu awal, tidak mengasap terlalu cepat, tahan pada perubahan warna, dan tidak menimbulkan bau menyimpang.

1. Minyak kelapa. Terbuat dari bahan baku kopra, minyak kelapa yang banyak dipasarkan dipasaran mengalami penambahan zat kimia di pabrik, untuk proses RBD atau refined, bleaching, deodirised atau pemurnian, pemucatan, dan penghilangan bau kurang sedap. Kandungan asam lemak jenuh, membuat minyak kelapa stabil ketika digunakan untuk menggoreng (titik asapnya sekitar 230 ºC) dan hasil gorengan lebih renyah dan gurih.
Rekomendasi penggunaan: untuk menggoreng dan menumis.

Simak Juga: Agen Minyak Goreng

2. Minyak kelapa sawit. Minyak dari sabut buah kelapa sawit, umumnya berwarna kemerahan karena mengandung beta karoten atau senyawa antioksidan yang tinggi. Di pasaran, ditemukan minyak kelapa sawit RBD yang berwarna kuning keemasan dan minyak kelapa sawit merah yang diproses tanpa pemucatan. Minyak kelapa sawit mengandung asam lemak jenuh miristat dan palmitat, yang membuatnya stabil pada pemanasan. Titik asapnya sama dengan minyak kelapa. Rekomendasi penggunaan: untuk menggoreng dan menumis (minyak kelapa sawit kuning keemasan) serta sebagai salad oil (minyak kelapa sawit merah).

3. Minyak zaitun. Dari buah zaitun yang diproses khusus, dapat dibedakan menjadi:

Extra virgin olive oil, minyak zaitun kualitas terbaik dari hasil perasan atau ekstrasi pertama. Warna hijau tua, kental dan mempunyai antioksidan tinggi. Titik asap 190 ºC.
Virgin olive oil yang dihasilkan dari perasan kedua. Warna kekuningan, titik asap 215 ºC.
Light olive oil yang berwarna kuning jernih karena merupakan hasil perasan berulang kali. Cita rasanya mirip dengan minyak-minyak sayur pada umumnya. Titik asap 225 ºC (extra light 242 ºC).

Selain mengandung banyak asam lemak tak jenuh tunggal dan ganda, minyak zaitun juga sangat istimewa karena kandungan polifenol-nya memiliki aktifitas antioksidan yaitu penangkal radikal bebas. Selain minyak zaitun klasik dengan cita rasa khas, sekarang beredar pula minyak zaitun yang diperkaya wangi-wangian buah-buahan dan kacang-kacangan. Rekomendasi penggunaan: menggoreng dan menumis (light olive oil), salad dressing dan olesan roti (extra virgin olive oil atau virgin olive oil).

Cek Juga: Jual Minyak Goreng

4. Minyak canola. Diekstrak dari biji canola (termasuk keluarga kubis-kubisan). Selain mengandung asam lemak tidak jenuh tunggal, juga sumber asam lemak tidak jenuh ganda, terutamanya omega 3. Berbeda dengan zaitun, minyak canola hampir tidak mempunyai cita rasa yang khas, sehingga tidak memberi pengaruh makanan yang dimasak. Spot asap 242 ºC. Rekomendasi penggunaan: untuk menggoreng dan menumis dengan api kecil atau api bersuhu rendah, serta sebagai salad oil.

5. Minyak kacang kedelai. Dari biji kacang kedelai, mengandung asam lemak tak jenuh ganda, terutamanya omega 6 dan omega 3. Lebih bagus untuk menumis, bukan menggoreng dengan temperatur tinggi, walau titik asapnya 241 ºC. Rekomendasi penggunaan: untuk salad oil dan menumis (dengan api kecil atau api bersuhu rendah).

6. Minyak jagung. Diekstrak dari institusi biji jagung. Berdasarkan Journal of American College of Nutrition, minyak jagung terdiri dari 59% asam lemak tak jenuh ganda, 24% asam lemak tak jenuh tunggal, dan 13% asam lemak jenuh. Juga mengandung fitosterol dan vitamin E sebagai antioksidan yang baik untuk jantung. Titik asapnya 236 ºC. Rekomendasi penggunaan: untuk menggoreng dengan api kecil dan bukan deep frying atau proses penggorengan terendam dalam minyak banyak pada temperatur tinggi dan waktu lama, untuk menumis, dan sebagai salad oil.

Baca Juga: Supplier Minyak Goreng

7. Minyak wijen. Hasil pemerasan biji wijen. Jenis yang dimurnikan mempunyai titik asap tinggi, yaitu 232 ºC. Walau dapat digunakan untuk menggoreng, wangi-wangian yang khas membuagt minyak ini digunakan sedikit saja dalam masakan. Yang harus diwaspadai adalah risiko alergi dengan gejala sesak nafas dan stress berat. Rekomendasi penggunaan: untuk menggoreng dan menumis dengan api kecil atau api bersuhu rendah, serta salad oil.

8. Minyak biji bunga sang surya. Dari sari biji bunga sang surya. Kaya vitamin E sebagai antioksidan, dan asam lemak tidak jenuh ganda yang bagus untuk kesehatan jantung. Titik asap tinggi, yaitu 246 ºC, membuat minyak ini lebih stabil dibandingi minyak nabati lain ketika digunakan untuk memasak. Rekomendasi penggunaan: untuk salad oil dan menumis dengan api kecil atau api bersuhu rendah.

9. Minyak Samin. Disebut juga ghee, minyak ini berasal dari mentega lemak hewani, contohnya lemak sapi, kerbau, kambing, atau unta, yang dimurnikan. Berasal dari wilayah timur laut anak benua India, minyak ini digunakan sebagai minyak goreng dalam berjenis-jenis resep makanan India, Pakistan, dan Timur Tengah. Di Indonesia dikenal juga minyak samin padat dari lemak nabati, yaitu dari kelapa sawit. Makanan Indonesia yang menggunakan minyak samin, contohnya martabak, nasi kebuli, sop kambing, dan soto betawi. Titik asapnya sekitar 250 ºC.

Kunjungi Juga: Grosir Minyak Goreng